Di simpang subuh
Teduh...
Tak ada angin
Hanya embun
Bergugur runtuh
Syahdan...
Racik mimpi memintal angan
Kita
Menelusup nyenyak
Lupa gundahgundah
Sejenak
Terlalu lena
Untuk menyimak
Ciapciap perincit
Pipit
Hanya jangkrik
Meninggikan oktaf raung sepi
Di simpang subuh
Peluh...
Dengan sepasang tubuh
Yang menyambar desah
Mengaduh
Dan ah...
Terlalu ringkih
Meyulam ujung malam
Alkisah...
Ada jalu dan igau
Meracauracau
Kacaw
Hanya aku dan
Kunangkunang
Menoreh kata
Menarikan cahaya
Hingga tiba
Di tebing lelap mata
Di simpang subuh
Teriak...
Darah kataku menyeringai
Di celah taring Indonesia
Karena kita harus terjaga
Jika paginya tiba
Di negeri airmata
Y.S.Nugraha
Bersama kata dan insomnia
Debur desember 1611
pembaringan letih

0 Komentar